Kamis, 28 September 2017

Faktor Kualitas Sebuah Software

Assalamu'alaikum pembaca yang budiman..
Kali ini saya ingin menuliskan hal tentang kualitas software. Kenapa ingin menuliskan ini karena hari ini baru membahas bersama mahasiswa saya di kelas. Dimana bahasan yang saya sampaikan adalah tentang faktor kualitas sebuah software. Kenapa pentingnya memperhatikan kualitas software ? karena hal ini penting agar software yang kita hasilkan terutama bagi programmer yang bergelut dalam dunia koding dapat menerapkan pada proses pengembangan software. Hal ini juga bertujuan agar dengan menghasilkan software yang berkualitas, maka kepercayaan terhadap software yang kita buat akan kita dapatkan. Dan dengan kepercayaan klien terhadap kita akan meningkatkan profit yang kita dapatkan. Ini lah yang jadi pokok bahasan materi yang saya sampaikan kepada mahasiswa dan ini sangat menarik untuk dibahas agar paradigma programmer yang akan datang lebih terbuka untuk memperhatikan kualitas dari software yang dihasilkannya.
Secara umum, kualitas software dapat dibedakan menjadi 3 faktor yaitu fungsionalitas, rekayasa, dan adaptabilitas. Dari ketiga faktor tersebut dapat disebut juga sebagai dimensi dari ruang lingkup kualitas software. Dan dari ketiga faktor tersebut, terbagi lagi ke dalam beberapa faktor-faktor komponen yang lebih detail akan dijelaskan. Adapun faktor-faktor tersebut adalah :

Fungsionalitas

- Kebenaran (Correctness)
Sebuah software akan berkualitas jika software yang dibuat sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Sehingga seorang programmer dalam membuat sebuah software jangan lepas atau keluar dari lingkup spesifikasi yang sudah ditetapkan karena spesifikasi yang sudah ditetapkan merupakan kebutuhan yang diinginkan.

- Reliability
Aplikasi yang dibuat diharapkan jangan sampai mengalami kegagalan pada saat digunakan. Hal ini penting agar fungsi dari aplikasi dibuat dapat diterapkan dan keinginan dari pengguna dapat di akomodasi di dalam software yang dibuat.

- Kegunaan (Usability)
Terkadang pengguna dari software adalah orang yang sudah lama menerapkan sistem secara manual dan pada saat sistem komputerisasi diterapkan maka pengguna tersebut harus belajar untuk memahami software yang dipakai. Oleh karena itu, penting seorang programmer memperhatikan karakter dari pengguna yang akan menggunakan aplikasi yang dibuat. Sehingga dari segi desain harus dibuat lebih mudah untuk digunakan atau bisa dikatakan "Jangan membuat software yang gampang bagi programmer sendiri tapi sulit bagi pengguna yang akan memakainya". Jadi jangan sampai hal itu terjadi.

- Integritas (Integrity)
Sebuah sistem di dalam software terdiri dari data yang penting, oleh karena itu penting pada saat membuat software untuk memperhatikan segi keamanan dari software agar tidak ada penyalahgunaan dari pihak yang tidak berwenang terhadap aplikasi.

Rekayasa

- Efisiensi (Efficiency)
Pada saat proses mengkoding program, seorang programmer berusaha agar kode program yang diterapkan pada aplikasi lebih efisien. Dimana diusahakan bila ada kode program yang sama, jangan dituliskan atau menggunakan procedure. Dan dari segi operasional jangan sampai pengguna merasa kerepotan pada saat menggunakan aplikasi.

- Testability
Sebuah software jika tidak dilakukan pengujian pada saat proses pengembangannya, maka tidak bisa diketahui apakah software sudah benar atau belum. Dan hal ini menjadi tolak ukur bahwa software sudah teruji dan sesuai persyaratannya.

- Dokumentasi
Seorang programmer harus terbiasa mendokumentasikan hasil dari pekerjaannya agar pada saat terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan masih ada histori dari proses koding. Dan juga membiasakan membuat blueprint dari software yang akan dibuat. Sehingga dengan terbiasa mengikuti dokumen yang dibuat, maka software yang dihasilkan pun sama dengan dokumen yang ada.

- Struktur
Seorang programmer harus terbiasa untuk menerapkan pola rekayasa yang baik. Menurut saya pola yang baik terdiri dari tahapan analisa sistem, desain atau perancangan, koding atau implementasi, testing dan pemeliharaan.

Adaptabilitas

- Fleksibilitas (Flexibility)
Sebuah software diharapkan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna jika dikemudian hari ada pengembangan lanjutan. Oleh karena itu, software harus bisa dimodifikasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan itu harus diterapkan pada aplikasi.

- Reusability
Aplikasi yang dibuat diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi lain. Dalam artian bahwa software dapat dipakai jika dikemudian hari terdapat pengembangan software lain dan tinggal mengintegrasikan dengan software yang baru.

- Maintainabillity
Sebuah software harus lebih mudah untuk dilakukan perbaikan jika terjadi kerusakan pada aplikasi. Hal ini menjadikan software semakin lama semakin teruji dengan adanya perbaikan yang terus menerus dan lebih mudah untuk langsung diperbaiki jika terdapat kerusakan.

Demikian beberapa faktor yang menentukan kualitas software dan diharapkan dengan menerapkan faktor tersebut pada software yang dibuat dapat meningkatkan kualitas dan meninggkatkan profit dari software tersebut.

0 Komentar:

Posting Komentar