Minggu, 21 Mei 2017

Tipe-Tipe Sistem Informasi

Berikut  adalah lanjutan pembahasan dari tulisan Komponen Sistem Informasi yang akan membahas tipe-tipe yang ada di Sistem Informasi. Berikut ulasan lanjutannya :
Istilah Computer Based Information System (CBIS) sebenarnya mengacu pada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer.

Computer-Based Information System = Hardware + Software + People + Procedure + Information

CBIS biasanya dibedakan menjadi beberapa tipe aplikasi, yaitu :

Transaction Processing System (TPS)

Disebut juga dengan Sistem Pemrosesan Transaksi adalah sistem informasi terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses sejumlah besar data untuk transaksi bisnis rutin. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan dalam sistem ini meliputi :
  1. Mengotomasi penanganan data-data aktifitas bisnis dan transaksi yang bisa dianggap sebagai kejadian diskrit dalam kehidupan organisasi.
  2. Menangkap data dari setiap transaksi
  3. Memverifikasi transaksi untuk diterima atau ditolak.
  4. Menyimpan transaksi yang telah divalidasi untuk pengumpulan data berikutnya.
  5. Menghasilkan laporan untuk menyediakan rangkuman dari setiap transaksi.
  6. Memungkinkan memindah transaksi dari satu proses ke proses yang lainnya untuk menangani seluruh aspek bisnis.

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutn dan laporan-laporan tertentu. SIM mengambil data mentah dari TPS dan mengubahnya menjadi kumpulan data yang lebih berarti yang dibutuhkan manajer untuk menjalankan tanggung jawabnya. Untuk mengembangkan suatu SIM, diperlukan pemahaman yang baik tentang informasi apa saja yang dibutuhkan manajer dan bagaimana mereka menggunakan informasi tersebut.

Decission Support System

Merupakan sistem informasi pada level manajemen dari suatu organisasi yang mengombinasikan data dan model analisis canggih atau peralatan data analisis untuk mendukung pengambilan semi terstruktur dan tidak terstruktur. DSS dirancang untuk membantu pengambilan keputusan organisasional. DSS biasanya tersusun dari
  1. Database (bisa diekstraksi dari TPS/MIS).
  2. Model grafis atau matematis, yang digunakan untuk proses bisnis.
  3. Antarmuka pengguna, yang digunakan oleh pengguna untuk berkomunikasi dengan DSS.

Expert System

Expert System (ES) merupakan representasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah. ES lebih berpusat pada bagaimana mengodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi (misalnya aturan if...then). Adapun cara kerja ES adalah sebagai berikut :
  1. Pengguna berkomunikasi dengan sistem menggunakan dialog interaktif.
  2. ES menanyakan pertanyaan (yang akan ditanyakan seorang pakar) dan pengguna memberikan jawaban.
  3. Jawaban digunakan untuk menentukan aturan mana yang dipakai dan ES menyediakan rekomendasi berdasarkan aturan yang telah disimpan.
  4. Seorang knowledge engineer bertanggung jawab pada bagaimana melakukan akuisisi pengetahuan, sama seperti seorang analis tetapi dilatih untuk menggunakan teknik yang berbeda.
 Sumber : Analisa dan Perancangan Sistem (Hanif Al Fatta)

0 Komentar:

Posting Komentar