Minggu, 21 Mei 2017

Project Management Office (PMO)

PMO adalah pusat dari semua koordinasi dan komunikasi antara semua program dan proyek yang berlangsung dalam sebuah perusahaan yang mendukung manajer poryek dalam mengimplementasikan fungsi-fungsi yang mendukung agar proyek dapat mencapai hasil sukses saat selesai.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk membentuk PMO, yaitu :
  1. Lingkup proyek yang terus-menerus berubah yang menyebabkan perlunya tenaga ahli tambahan untuk menangani perubahan-perubahan ini.
  2. Perusahaan atau organisasi sedang mengelola beberapa proyek sekaligus yang memanfaatkan sumberdaya yang sama.
  3. Melibatkan beberapa kontraktor dan vendor yang berbeda karena besar dan kompleksnya proyek yang sedang ditangani, sehingga jika kontraktor atau vendor yang tidak memiliki satu atau beberapa sumberdaya yang diperlukan maka dapat menggunakan sumberdaya dari mitra lain yang diatur dalam PMO.
  4. Perusahaan atau organisasi memerlukan laporan dan metrics secara konsolidasi dari berbagai proyek.
  5. Perlunya satu sumber informasi untuk berkomunikasi dengan klien.
  6. Time to market menjadi faktor penting dalam penyelesaian proyek.
  7. Lokasi terpisah secara geografis, jika sistem akan diaplikasikan untuk lokasi-lokasi yang berjauhan.
  8. Sumberdaya yang terbatas, tetapi harus menyelesaikan beberapa tugas sekaligus.
PMO dapat menjawab kebutuhan untuk :
  1. Layanan-layanan Manajemen Proyek seperti trainer,  konsultan, praktisi manajemen proyek dan teknis.
  2. Pengawal bagi metodologi, proses, dan metriks yang digunakan dalam perusahaan atau organisasi.
  3. Mengumpulkan dan mendokumentasi kesuksesan dan kegagalan proyek.
Karena PMO bersifat kolaboratif lintas proyek maka tentu diperlukan alat bantu untuk mempermudah tugas-tugas dan koordinasi di dalamnya. 

Sumber : Manajemen Proyek Dalam Praktek (Rudy Tantra)

0 Komentar:

Posting Komentar